*"MENDUKAKAN ROH KUDUS."*
_Suatu hari saya bertemu dengan seorang ibu parobaya yang pernah menggeluti dunia entertainment._ Dalam pertemuan singkat itu beliau bercerita tentang pengalamannya menangani event pernikahan. Ketika resepsi pernikahan sedang berlangsung, ada seorang pria tua masuk di resepsi pernikahan dengan pakaian sederhana, hanya pakai kaos lengan pendek tanpa memakai jas. Pria tua tersebut duduk satu meja dengan kedua keluarga besar mempelai. Melihat pria tua tanpa busana pesta duduk satu meja dengan keluarga mempelai, ibu yang menangani pesta (EO) tersebut menghampiri pria tua itu dan bertanya, _"Maaf, bapak ini siapa kok duduk disini, ini meja diperuntukkan bagi keluarga besar mempelai, apakah bapak tidak salah tempat?"_ D
sedikit malu pria tua itu berkata sambil menunduk, *"Maaf, kalau saya duduk disini, karena saya adalah ayah dari pihak mempelai pria!"* Mendengar jawaban lugu dari pria tua tersebut, ibu yang menangani EO itu bertanya lagi, "Maaf Pak, bukannya anak bapak lulusan S-2 dari Amerika seperti yang ia ceritakan kepada saya, dan keadaan ekonominya sekarang sudah mapan, mengapa dia tidak memberikan pakaian pesta atau jas untuk bapak?" Lagi-lagi pria tua yang sederhana itu menjawab, *"Apalah artinya sebuah kemeja, itu tidak terlalu penting, yang terpenting bagi saya adalah ketika saya masih diijinkan hadir dalam pernikahan anak kesayangan saya."* Begitu mendengar jawaban pria tua itu, ibu itu langsung menyindir mempelai pria, *"Nyo, orang tua lu itu hebat lho, bisa sekolahkan lu sampai lulus S-2 di Amerika, sehingga lu bisa menjadi orang terhormat, punya jabatan di perusahaan ternama, bisa melangsungkan pernikahan mewah seperti ini, tapi sayangnya lu tidak bisa menghormati orang tua lu di depan undangan pernikahan lu dengan memberikan satu pakaian pesta untuk papah lu!"* Dengan enteng mempelai pria menjawab, "Tadi aku sudah pesan agar papa tidak usah datang di pesta pernikahan gua, karena dia tidak punya pakaian pesta, tapi papa tetap datang, kalau begini jadinya, aku jadi malu!" Sambil meninggalkan mempelai pria, ibu yang menangani EO itu berkata, "Yang seharusnya malu itu aku yang menangani EO ini, karena lu telah MENDUKAKAN hati orang tua lu di hari bahagia lu!"
Dari kisah diatas kita belajar satu pelajaran hidup bahwa masih ada, bahkan *masih banyak anak-anak yang tidak bisa menghargai dan menghormati orang tuanya, walau pun orang tuanya sudah jungkir balik mendidik dan berkorban untuk menghentar kesuksesan anaknya.* Sudah menjadi isinya dunia jika kebaikan orang tua dibalas dengan keburukan sikap dari anak-anaknya. Seperti pepatah mengatakan, _"Air susu dibalas dengan air ketuba."_ Alkitab mencatat dalam *Yesaya 63:7-10, dimana Allah telah berkarya dalam sejarah Israel umat pilihan-Nya.* Begitu banyak karunia dan kebajikan Allah yang telah di alami bangsa Israel. Allah mengangkat mereka sebagai anak-anak-Nya dan memeliharanya saat berada dalam penindasan [ay 7-8], dan *Roh Kudus juga telah berperan begitu besar dalam perjalanan hidup mereka, tetapi sangat disayangkan mereka tidak memiliki integritas dan kesetiaan kepada Allah.* Mereka malah memberontak sehingga "MENDUKAKAN ROH KUDUS!" *Yesaya 63:10 berkata, "Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya;...."* Sebenarnya, Roh Kudus hadir ke dunia menjumpai manusia dengan satu kerinduan agar manusia bertobat dari dosa dan kesalahannya. Kenyataannya, malah banyak manusia yang dijumpai itu memberontak dan mendukakan-Nya. Paulus menulis dalam *Efesus 4:30 yang berbunyi, "Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan."* Ada orang yang bertanya, _"Dengan cara bagaimana kami mendukakakan Roh Kudus?"_ Paulus memberikan jawabannya dalam *Efesus 4:31 yang berbunyi, "Segala kepahitan, kegeraman kemarahan, pertikaian, dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan."* Jika kita masih melakukan apa yang tertulis di ayat tersebut, berarti *kita sudah mendukakan Roh Kudus Allah!* Kingdom quote: _"ROH KUDUS ITU BERPRIBADI DAN PUNYA PERASAAN, JADI JANGAN MENDUKAKAN-NYA!"_ Selamat pagi & *jagalah perasaan Roh Kudus!* Jbu.
By: _EPAFRAS JH ARCH._

Amin
ReplyDeleteThank you kak
Delete