Thursday, June 4, 2020

Seri Tokoh Alkitab : Nabi Yunus


Nabi Yunus

YUNUS  adalah salah satu tokoh alkitab yang sangat fenomenal.  Betapa tidak kisahnya sungguh dramatus.  Cerita yang sangat seru ketika di ceritakan di dalam pelayanan sekolah minggu.  Bukan berarti cerita tentang Yunus hanya cocok untuk anak-anak kecil.  Sebagai anak Tuhan yang mengnjak remaja tentu kisah ini juga masih relevan untuk kita pelajari.  Kisah Yunus berkaitan dengan NILAI TANGGUNG JAWAB.
Nilai Tanggung Jawab harus dimiliki setiap person, termasuk para remaja.  Nilai tanggung jawab adalah nilai yang sangat penting karena akan mempengauhi banyak hal.  Jika seorang remaja tidak memiliki sikap tanggung jawab, dipastikan akan mengalami banyak masalah.

Pada kesempatan kali ini kita belajar dari tokoh Yunus yang dikenal karena pernah melarikan diri dari tugas yang diberikan Allah untuk berkhotbah ke kota Niniwe (lihat Yun. 1:1-3).
Yunus bukanlah nabi yang sempurna. Namun, saya terhibur oleh kisahnya, karena Allah tidak pernah melepaskan Yunus walaupun ia sangat keras kepala. Kisah singkatnya adalah bahwa Yunus seorang yang cukup baik, saleh dan taat pada Tuhan. Namun, ketika Tuhan mengatakan kepadanya secara khusus untuk pergi ke Niniwe untuk memperingatkan orang-orang di sana tentang bencana yang akan menimpa mereka, Yunus menolak untuk pergi.  
Tentu saja Yunus tidak mungkin bisa melarikan diri dari Allah. Kalian mungkin sudah mengetahui kisah selanjutnya (ay.4,17): Badai besar. Ikan besar. Ditelan ikan. Lalu, di dalam perut makhluk yang menakutkan itu, Yunus dihadapkan pada perbuatannya, dan ia pun berseru meminta tolong kepada Allah (2:2).
Dia lari dari Tuhan dan dari tugasnya dan naik ke kapal. Dalam perjalanan terjadilah badai, lalu, singkatnya, dibuatlah undian dan ditemukan bahwa Yunuslah penyebab dari badai itu. Kemudian, dalam cerita itu, konsekuensinya ia harus dilemparkan ke dalam laut dan ditelan ikan paus.
 Tuhan masih menjawab doa yang dinaikkan Yunus dalam kepasrahan dan dengan kemurahan-Nya memulihkan kembali sang hamba yang enggan (ay.2). Tuhan juga sanggup melakukan hal yang sama terhadap kita.
Perkara apa yang membuat Kalian ingin melarikan diri dalam hidup ini? Bagaimana Kalian dapat semakin mempercayakan segala pergumulan hidup Kalian kepada Allah?
yang dapat kita pelajari adalah bahwa dikala kita lari dari tanggung-jawab dan tugas kita, selalu ada konsekuensinya. Konsekuensinya bukan hanya pada diri kita sendiri, tetapi terjadi juga pada orang lain.
Lebih lanjut, kisah nabi Yunus pun menarik untuk direfleksikan lebih dalam. Dalam kisahnya, setelah tiga hari berada di dalam perut ikan, Yunus pun berdoa kepada Tuhan dan bertobat. Alhasil, ia pun dimuntahkan di pinggir pantai. Dengan segera, ia menjalani misinya dan mempertobatkan orang lain.
Menarik bukan? Di dalam kekelaman hidup kita, selalu ada titik terang dimana kita menemukan kembali siapa yang mengutus kita dalam ziarah hidup di dunia ini. Toh, ikan pun ciptaan Tuhan.
Pertobatan itu harus berdasar pada pengalaman pertama kita dengan Tuhan. Kita harus tahu bahwa Tuhan tidak akan pernah melupakan kita dan tak akan habis rahmatNya.
Kita tidak setia, namun, ia tetap setia karena ia tidak mengingkari diri-Nya sebagai yang Maha setia. Lebih lanjut, kisah nabi Yunus mengggambarkan bahwa hanya orang-orang yang bertobat yang bisa mempertobatkan orang lain.
Ingat! Tuhan memakai bahkan hal yang paling jahat dalam hidup kita untuk mengubah diri kita dan orang lain. Luar biasa bukan?
Apapun situasi kita, Yesus bersama kita. Jangan tunda lagi, bertobatlah dan jalani apa yang Yesus katakan.


No comments:

Post a Comment