Rencana Pembelajaran Sekolah Minggu:
Lukas 5:17-26
Tema: "Yesus Menyembuhkan Orang
Lumpuh"
Tujuan Pembelajaran:
- Anak-anak memahami bahwa Yesus memiliki kuasa untuk
menyembuhkan dan mengampuni dosa.
- Anak-anak belajar tentang pentingnya iman dan
ketekunan.
- Anak-anak memahami pentingnya membantu sesama yang
membutuhkan.
Ayat Alkitab: Lukas 5:17-26
Pembukaan:
- Doa Pembukaan
(5 menit)
- Nyanyian Puji-pujian
(10 menit)
- "Yesus Kekasih Jiwaku"
- "Besar Anugerahmu"
Cerita Alkitab (15 menit):
Pendahuluan
- Menjelaskan latar belakang cerita:
- Yesus sering mengajar dan banyak orang datang untuk
mendengar ajaran-Nya dan untuk disembuhkan.
- Pada suatu hari, ada seorang yang lumpuh yang ingin
bertemu Yesus, tetapi rumah tempat Yesus berada sangat penuh.
Isi Cerita
- Membaca Lukas 5:17-26:
- Seorang yang lumpuh dibawa oleh teman-temannya kepada
Yesus.
- Karena rumah tersebut sangat penuh, mereka membuka
atap dan menurunkan orang lumpuh itu tepat di depan Yesus.
- Yesus melihat iman mereka dan berkata kepada orang
lumpuh, "Dosamu sudah diampuni."
- Orang-orang Farisi dan ahli Taurat bertanya-tanya,
"Siapakah yang bisa mengampuni dosa selain Allah?"
- Yesus kemudian berkata, "Apakah lebih mudah
mengatakan 'Dosamu sudah diampuni' atau 'Bangunlah dan
berjalanlah'?"
- Untuk menunjukkan bahwa Ia memiliki kuasa mengampuni
dosa, Yesus menyuruh orang lumpuh itu untuk bangun, mengangkat tempat
tidurnya, dan pulang. Orang itu segera sembuh dan memuliakan Allah.
Penjelasan dan Diskusi (10 menit):
- Kuasa Yesus:
- Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan penyakit fisik
dan mengampuni dosa.
- Bagaimana reaksi orang-orang ketika melihat orang
lumpuh itu disembuhkan?
- Iman dan Ketekunan:
- Teman-teman dari orang lumpuh itu memiliki iman yang
besar kepada Yesus.
- Mereka tidak menyerah meskipun sulit, tetapi terus
berusaha untuk membawa temannya kepada Yesus.
- Menolong Sesama:
- Pentingnya menolong teman-teman kita yang membutuhkan.
- Bagaimana kita bisa membantu teman-teman kita seperti
yang dilakukan teman-teman dari orang lumpuh ini?
Aktivitas (20 menit):
- Permainan Peran:
- Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.
- Setiap kelompok memerankan cerita dari Lukas 5:17-26.
- Ada yang menjadi Yesus, orang lumpuh, teman-teman yang
membawa, dan orang banyak.
- Kerajinan:
- Membuat atap rumah dari karton dan kertas.
- Anak-anak menggambar orang lumpuh dan teman-temannya.
- Menempelkan gambar pada atap rumah untuk menggambarkan
cerita bagaimana mereka menurunkan orang lumpuh melalui atap.
Media Ajar:
- Alkitab Anak-anak:
Untuk membaca dan mendalami cerita.
- Gambar atau Poster Cerita: Menunjukkan Yesus dan orang lumpuh.
- Karton dan Kertas:
Untuk kerajinan membuat atap rumah.
- Alat Pewarna:
Krayon, pensil warna, atau spidol untuk menggambar.
- Boneka atau Pakaian Sederhana: Untuk permainan peran.
Penutupan:
- Doa Penutup
(5 menit)
- Nyanyian Penutup
(5 menit)
- "Ku Mau Cinta Yesus Selamanya"
Eksegesis
Lukas 5:17-26
Latar
Belakang
Lukas 5:17-26 menceritakan salah
satu mukjizat Yesus yang paling terkenal: penyembuhan seorang yang lumpuh.
Perikop ini menyoroti kuasa Yesus untuk menyembuhkan dan mengampuni dosa, serta
memperlihatkan iman yang luar biasa dari teman-teman orang lumpuh tersebut.
Teks
dan Penjelasan
Ayat 17: "Pada suatu hari ketika Yesus sedang mengajar, ada
beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk di situ. Mereka datang dari semua
desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia,
sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit."
- Yesus Mengajar:
Yesus sering mengajar di tempat-tempat umum dan rumah-rumah. Orang-orang
Farisi dan ahli Taurat hadir untuk mendengar ajarannya, mungkin untuk
mencari kesalahan atau belajar dari-Nya.
- Kuasa Penyembuhan:
Lukas menekankan bahwa kuasa Tuhan menyertai Yesus, yang memungkinkan-Nya
menyembuhkan orang sakit.
Ayat 18-19: "Datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh
di atas tempat tidurnya. Mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di
hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung orang
banyak, naiklah mereka ke atap rumah dan membongkar atap itu, lalu menurunkan
orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak, tepat di depan
Yesus."
- Iman dan Ketekunan:
Teman-teman orang lumpuh ini menunjukkan iman yang besar dengan usaha
keras mereka untuk membawa temannya kepada Yesus. Mereka bahkan membuka
atap rumah untuk menurunkannya di depan Yesus, menunjukkan ketekunan dan
keyakinan bahwa Yesus bisa menyembuhkan.
Ayat 20: "Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia:
'Hai saudara, dosamu sudah diampuni.'"
- Iman yang Terlihat:
Yesus mengakui dan menghargai iman mereka. Ia melihat lebih dari sekedar
usaha fisik, tetapi juga keyakinan spiritual mereka.
- Pengampunan Dosa:
Sebelum menyembuhkan secara fisik, Yesus memberikan pengampunan dosa. Ini
menunjukkan bahwa dosa dan penyakit sering dianggap terkait, dan bahwa
penyembuhan rohani lebih penting daripada penyembuhan fisik.
Ayat 21-22: "Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi
berpikir dalam hatinya: 'Siapakah orang ini? Ia menghujat Allah! Siapakah yang
dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?' Akan tetapi Yesus
mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: 'Apakah yang kamu
pikirkan dalam hatimu?'"
- Tanggapan Ahli Taurat dan Orang Farisi: Mereka menganggap Yesus menghujat karena hanya Allah
yang bisa mengampuni dosa.
- Pengetahuan Yesus:
Yesus mengetahui pikiran mereka, menunjukkan kuasa ilahi-Nya yang lain:
mengetahui hati dan pikiran manusia.
Ayat 23-24: "Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah
diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu,
bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia
kepada orang lumpuh itu --: 'Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat
tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'"
- Pertanyaan Retoris:
Yesus menggunakan pertanyaan retoris untuk menantang pemikiran mereka.
Kedua pernyataan tersebut memerlukan kuasa ilahi.
- Kuasa Anak Manusia:
Yesus menyatakan bahwa Dia memiliki kuasa di bumi untuk mengampuni dosa,
memperkuat klaim-Nya dengan tindakan penyembuhan fisik.
Ayat 25-26: "Dan seketika itu juga bangunlah ia di hadapan
mereka, mengambil tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan
Allah. Semua orang takjub lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut,
katanya: 'Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat
mengherankan.'"
- Mukjizat yang Nyata:
Orang lumpuh itu sembuh seketika dan melakukan seperti yang diperintahkan
Yesus.
- Pujian dan Ketakjuban:
Orang banyak memuliakan Allah dan sangat takjub atas apa yang mereka
saksikan, mengakui kuasa Yesus yang luar biasa.
Kesimpulan
Teologis
- Kuasa Yesus atas Penyembuhan dan Pengampunan: Yesus menunjukkan bahwa Dia memiliki otoritas ilahi
baik untuk menyembuhkan penyakit fisik maupun mengampuni dosa, menegaskan
identitas-Nya sebagai Anak Allah.
- Iman dan Ketekunan:
Cerita ini menggarisbawahi pentingnya iman yang kuat dan ketekunan dalam
menghadapi rintangan untuk mencapai tujuan rohani.
- Tanggapan Manusia terhadap Mukjizat: Reaksi orang banyak yang memuliakan Allah dan
terheran-heran menunjukkan bahwa mukjizat Yesus memiliki dampak besar
dalam menyatakan kemuliaan Allah kepada manusia.
4o
No comments:
Post a Comment