Saturday, May 16, 2020

Seri tokoh Alkitab NEHEMIA


Ibadah Tunas Remaja
Tema: Hidup Yang Berserah
Belajar dari teladan tokoh Alkitab Nehemia

Bersama: Kak Elvin

Shalom saudara-saudaraku yang dikasihi didalam nama Tuhan Yesus, bagaimana kabarnya pagi hari ini? Bersama Tuhan Yesus, kita semua luar biasa. Amin
Kita buka bersama-sama Firman Tuhan yang terdapat di dalam kitab …
Nehemia 1 : 1 – 11 ; 2 : 1 - 10



Yang kita baca ayat 3 dan 4 saja
3 Kata mereka kepadaku: “ Orang-orang yang masih tinggal didaerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela.Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. 4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, Amin.
Judul khotbah pagi hari ini yaitu : HIDUP BERSERAH
Berserah mengandung arti menyerahkan segala sesuatu kepada Allah karena percaya bahwa Allah akan memelihara dan memberikan yang terbaik. Nehemia adalah salah satu contoh hidup berserah kepada Tuhan.
Siapa nehemia?
Nehemia adalah orang Yahudi yang tinggal di Babel. Ia bekerja sebagai juru minum raja Artahsasta. Ia sangat dipercaya raja dan mendapatkan jabatan tinggi. Tugas Nehemia harus mencicipi minuman anggur yang akan diberikan kepada raja, untuk memastikan bahwa anggur tersebut adalah baik dan tidak beracun. Ia harus bertugas dengan muka riang gembira sebab raja tidak suka melihat wajah yang murung ketika ia sedang makan dan minum. Suatu saat Nehemia wajahnya murung karena mendengar bahwa tembok kota yang mengelilingi Yerusalem telah hancur berantakan oleh kebencian dan gangguan bangsa-bangsa disekitarnya. Hanani saudaranya dari Yerusalem, telah menceritakan peristiwa tersebut. Mendengar hal ini, Nehemia sangat sedih lalu dia menangis. Nehemia berdoa kepada Allah memohon pengasihan supaya diberi jalan keluar.
Saudara-saudaraku yang selalu diberkati oleh Tuhan,
Informasi apa yang dapat didengar oleh telinga kita akhir-akhir ini?
Tentu kalian akan menjawab: terlalu banyak informasi yang saya terima setiap hari. Ada yang menyenangkan hati dan ada yang tidak menyenangkan hati. Ada yang membuat hati bahagia dan ada yang menyakiti hati. Saya berikan salah satu contoh: adanya virus corona atau covid 19 yang menimpa bangsa kita saat ini. Kita tidak hanya mendengar informasi tentang banyaknya orang yang meninggal dimana-mana, kita melihat sendiri melalui media sosial, bahkan mungkin itu dialami oleh orang-orang terdekat yang ada disekitar kita, mungkin keluarga atau teman-teman kita. Dalam situasi seperti itu, kita mau lari kemana? Apa yang bisa kita lakukan sebagai manusia yang terbatas? Untuk menanggapi semuanya itu, marilah kita lebih lagi berserah kepada Tuhan yang empunya seluruh kehidupan kita, hanya Dia satu-satunya jalan dan sumber pertolongan yang pasti. Melalui bacaan kita diatas, seorang tokoh Nehemia memberi contoh kepada kita tentang hidup berserah.
Kita pun tergolong orang-orang yang “Hidup Berserah” kepada Tuhan apabila memiliki beberapa hal dibawah ini, yaitu :
1. Suka berdoa (Nehemia 1 : 4) berdiam diri dibawah kaki Tuhan.
Respon pertama yang dilakukan Nehemia dalam menghadapi pergumulan adalah berpuasa dan berdoa kepada Allah. Nehemia menunjukkan penyerahan diriNya secara utuh kepada Allah. Dia menyadari tanpa Tuhan manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Dia menangis bukan karena cengeng tetapi karena dia ikut merasakan beban yang dialami oleh bangsa Israel ketika dijajah oleh Persia.
Lalu bagaimana dengan kita dalam menghadapi situasi sekarang ini? apakah kita masih rindu berdoa? Kalau puasa memang jarang kita lakukan bahkan tidak pernah. Semua orang bisa berdoa dan kita percaya bahwa doa orang benar yang dinaikkan dengan penuh kepercayaan akan sangat besar kuasaNya. Untuk itu saya mengajak, ayo kita sama-sama lebih banyak dan lebih sungguh-sungguh lagi berdoa. Dengan doa kita beroleh kekuatan untuk terus bergantung kepada Tuhan dan tidak terpengaruh oleh situasi apa pun disekitar kita. Dengan berdoa pasti kita beroleh jalan keluar. Dengan berdoa, kita sanggup melakukan perintahNya melalui Firman Tuhan yang kita baca setiap hari.
2. Bertobat dan mengakui dosa (ayat 7) bertindak.
Nehemia melakukan suatu tindakan penyangkalan diri atau mematikan keinginan daging. Dia merendahkan hati memohon kepada Tuhan atas dosa-dosa yang telah dilakukan oleh bangsa Israel waktu itu.
Teman-teman yang dikasihi oleh Tuhan, hidup kita ini penuh dengan kelemahan, setiap hari kita melakukan dosa sengaja atau tidak, untuk itu kita harus bertobat setiap hari. Dosa menghambat doa-doa kita untuk sampai kepada Tuhan. Tuhan tidak akan mendengarkan permohonan kita disaat hidup kita bercela. Sebab itu, marilah kita mengakui setiap pelaggaran hidup kita dihadapan Tuhan, dan benar-benar hidup sesuai kehendaknya.
3. Taat (Nehemia 2) kepada pemimpin
Suatu saat wajah nehemia murung karena mengetahui bahwa tembok Yerusalem telah hancur.
Ketika raja mengetahui permasalahan Nehemia, raja ikut mengarahkan dan mengatur hidup Nehemia. Kenapa raja mau peduli dengan kehidupan Nehemia? Karena selama ini dia sudah melakukan pekerjaannya dengan baik dan mentaati semua peraturan yang ada didalamnya. Nehemia mengikuti apa yang diperintahkan raja kepadanya karena dia percaya Tuhan menolong hidupnya melalui raja.
Bagaimana dengan ketaatan kita?
Dimana pun kita berada, pasti ada aturannya. Dimulai dari kalangan kecil yaitu rumah, sekolah, masyarakat serta bangsa dan negara. Jika kita mengikuti aturan yang ada maka kehidupan kita akan tertata dengan baik.
Teman-teman yang diberkati oleh Tuhan
Contoh aturan yang berlaku kepada kita sekarang ini yaitu:
- Jauhi perkumpulan atau keramaian dimanapun
- Keluar rumah harus memakai masker
- Selalu memperhatikan kebersihan tubuh
- Pergi hanya disaat ada kebutuhan mendesak, dll
Sudahkah kita mentaatinya? Pilihan ada pada kita, mau taat atau tidak? Jika kita mengaku taat kepada Tuhan yang tidak kelihatan maka kita juga akan taat kepada manusia yaitu pemimpin kita yang kelihatan.
Puji Tuhan! Melalui apa yang kita pelajari saat ini, kita mengetahui bahwa Allah menginginkan manusia berserah kepadaNya ketika menghadapi kesulitan dan masalah. Walau manusia sering kehilangan harapan, namun harus diingat bahwa Ia penolong yang setia. Manusia yang berserah secara sungguh-sungguh harus mempunyai keyakinan dan kepercayaan bahwa Tuhan Yesus pasti menolong dan memberi jalan keluar. Seperti ditulis dalam kitab Mazmur 97:5 “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak.” Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin




3 comments: