Monday, February 8, 2021

My Mom My Angel

 Mami... 

Kupanggil namamu setiap aku merasa takut, gelisah dan kecewa. 

Saat itu ku teringat ketika di masa kuliah ku aku merasa semuanya jadi tidak adil buatku. Semua membuatku merasa tertekan. 

Hanya mami yang mengerikan perasaanku. 

Hanya mami yang bisa menenangkan ku ketika ku selalu terbangun tengah malam karena  mimpi buruk. 

Mami yang tak pernah merah padaku. 

Mami yang selalu bisa memilihkan aku segala sesuatu yang kubutuhkan. 

Mami yang selalu tersenyum di depan rumah menyambut kedatangan ku ketika aku pulang dari manapun. 

Mami orang yang selalu khawatir ketika aku terlihat sakit. 

Mami yang selalu memandangku dengan senyuman penuh kasih. 

Tak pernah mami memberi penilaian buruk padaku meski aku melakukan kesalahan. Senyumnya yang membuat ku tidak pernah lagi melakukan kesalahan yang sama. 

Tidak pernah sekalipun mami memandangku dengan remeh, seakan aku istimewa di hadapannya. 

Mami yang selalu memelukku ketika kesedihan tak dapat kutanggung. 

Mami yang selalu menyeka air mataku ketika aku mengalami kegagalan. 

Mami yang selalu menjagaku ketika aku mengalami kehilangan. 

Mami bagaikan malaikat pelindung bagiku. 

Tuhan terimakasih kau titipkan pada seorang wanita yang baik budinya. Yang selalu mengajarkan kebaikan di saat orang lain tidak baik padaku.  Yang mengajarkan aku arti sabar ketika yang lain menyakiti ku. 

Terimakasih Tuhan untuk wanita yang kau tempatkan di dalam hidupku. Yang selalu berucap santun dan memberkati banyak orang. Tangan rapuhnya tak pernah di gunakan untuk hal yang salah tetapi untuk orang yang membutuhkan. 

Mami... 

Kau tak pernah marah dan kesal saat orang lain menyakitimu. 

Saat ini kutangkupkan tanganku berdoa untukmu di masa senjamu. 

Tuhan berikan sukacita berlimpah, lindungi dari segala marabahaya, beri kecukupan untuk semua yang dibutuhkan. 

Beri usia panjang untuk bisa melihat semu yang sudah diusahakan menjadi baik. 

Jadikan hidupnya berkenan bagi Mu. Taruh hidup nya di tanganMu.